Rabu, 03 Juli 2013

Industri Bahan Baku Pemberantas Hama



Apa Itu Pestisida..??!!



Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan.

Macam-Macam Pestisida :

Peraturan Pemerintah

Untuk melindungi keselamatan manusia dan sumber-sumber kekayaan alam khususnya kekayaan alam hayati, dan supaya pestisida dapat digunakan efektif, maka peredaran, penyimpanan dan penggunaan pestisida diatur dengan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1973. Dalam peraturan tersebut antara lain ditentukan bahwa:
  • Tiap pestisida harus didaftarkan kepada Menteri Pertanian melalui Komisi Pestisida untuk dimintakan izin penggunaannya
  • Hanya pestisida yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkan oleh Menteri Pertanian boleh disimpan, diedarkan dan digunakan
  • Pestisida yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkan oleh Menteri Pertanian hanya boleh disimpan, diedarkan dan digunakan menurut ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam izin pestisida itu
  • Tiap pestisida harus diberi label dalam bahasa Indonesia yang berisi keterangan-keterangan yang dimaksud dalam surat Keputusan Menteri Pertanian No. 429/ Kpts/Mm/1/1973 dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam pendaftaran dan izin masing-masing pestisida.

Bahan Aktif Dalam Pestisida

Berikut ini beberapa bahan kimia yang termasuk pestisida, namun namanya tidak menggunakan akhiran sida:
  • Atraktan, zat kimia yang baunya dapat menyebabkan serangga menjadi tertarik. Sehingga dapat digunakan sebagai penarik serangga dan menangkapnya dengan perangkap.
  • Kemosterilan, zat yang berfungsi untuk mensterilkan serangga atau hewan bertulang belakang.
  • Defoliant, zat yang dipergunakan untuk menggugurkan daun supaya memudahkan panen, digunakan pada tanaman kapas dan kedelai.
  • Desiccant. zat yang digunakan untuk mengeringkan daun atau bagian tanaman lainnya.
  • Disinfektan, zat yang digunakan untuk membasmi atau menginaktifkan mikroorganisme.
  • Zat pengatur tumbuh. Zat yang dapat memperlambat, mempercepat dan menghentikan pertumbuhan tanaman.
  • Repellent, zat yang berfungsi sebagai penolak atau penghalau serangga atau hama yang lainnya. Contohnya kamper untuk penolak kutu, minyak sereb untuk penolak nyamuk.
  • Sterilan tanah, zat yang berfungsi untuk mensterilkan tanah dari jasad renik atau biji gulma.
  • Pengawet kayu, biasanya digunakan pentaclilorophenol (PCP).
  • Stiker, zat yang berguna sebagai perekat pestisida supaya tahan terhadap angin dan hujan.
  • Surfaktan dan agen penyebar, zat untuk meratakan pestisida pada permukaan daun.
  • Inhibitor, zat untuk menekan pertumbuhan batang dan tunas.
  • Stimulan tanaman, zat yang berfungsi untuk menguatkan pertumbuhan dan memastikan terjadinya buah.

Kimia Pestisida

Pestisida tersusun dan unsur kimia yang jumlahnya tidak kurang dari 105 unsur. Namun yang sering digunakan sebagai unsur pestisida adalah 21 unsur. Unsur atau atom yang lebih sering dipakai adalah carbon, hydrogen, oxigen, nitrogen, phosphor, chlorine dan sulfur. Sedangkan yang berasal dari logam atau semi logam adalah ferum, cuprum, mercury, zinc dan arsenic.

Industri Bahan Baku Pemberantas Hama



Apa Itu Pestisida..??!!




Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan.


Macam-Macam Pestisida :



Peraturan Pemerintah


Untuk melindungi keselamatan manusia dan sumber-sumber kekayaan alam khususnya kekayaan alam hayati, dan supaya pestisida dapat digunakan efektif, maka peredaran, penyimpanan dan penggunaan pestisida diatur dengan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1973. Dalam peraturan tersebut antara lain ditentukan bahwa:

  • Tiap pestisida harus didaftarkan kepada Menteri Pertanian melalui Komisi Pestisida untuk dimintakan izin penggunaannya
  • Hanya pestisida yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkan oleh Menteri Pertanian boleh disimpan, diedarkan dan digunakan
  • Pestisida yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkan oleh Menteri Pertanian hanya boleh disimpan, diedarkan dan digunakan menurut ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam izin pestisida itu
  • Tiap pestisida harus diberi label dalam bahasa Indonesia yang berisi keterangan-keterangan yang dimaksud dalam surat Keputusan Menteri Pertanian No. 429/ Kpts/Mm/1/1973 dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam pendaftaran dan izin masing-masing pestisida.


Bahan Aktif Dalam Pestisida


Berikut ini beberapa bahan kimia yang termasuk pestisida, namun namanya tidak menggunakan akhiran sida:

  • Atraktan, zat kimia yang baunya dapat menyebabkan serangga menjadi tertarik. Sehingga dapat digunakan sebagai penarik serangga dan menangkapnya dengan perangkap.
  • Kemosterilan, zat yang berfungsi untuk mensterilkan serangga atau hewan bertulang belakang.
  • Defoliant, zat yang dipergunakan untuk menggugurkan daun supaya memudahkan panen, digunakan pada tanaman kapas dan kedelai.
  • Desiccant. zat yang digunakan untuk mengeringkan daun atau bagian tanaman lainnya.
  • Disinfektan, zat yang digunakan untuk membasmi atau menginaktifkan mikroorganisme.
  • Zat pengatur tumbuh. Zat yang dapat memperlambat, mempercepat dan menghentikan pertumbuhan tanaman.
  • Repellent, zat yang berfungsi sebagai penolak atau penghalau serangga atau hama yang lainnya. Contohnya kamper untuk penolak kutu, minyak sereb untuk penolak nyamuk.
  • Sterilan tanah, zat yang berfungsi untuk mensterilkan tanah dari jasad renik atau biji gulma.
  • Pengawet kayu, biasanya digunakan pentaclilorophenol (PCP).
  • Stiker, zat yang berguna sebagai perekat pestisida supaya tahan terhadap angin dan hujan.
  • Surfaktan dan agen penyebar, zat untuk meratakan pestisida pada permukaan daun.
  • Inhibitor, zat untuk menekan pertumbuhan batang dan tunas.
  • Stimulan tanaman, zat yang berfungsi untuk menguatkan pertumbuhan dan memastikan terjadinya buah.

Kimia Pestisida

Pestisida tersusun dan unsur kimia yang jumlahnya tidak kurang dari 105 unsur. Namun yang sering digunakan sebagai unsur pestisida adalah 21 unsur. Unsur atau atom yang lebih sering dipakai adalah carbon, hydrogen, oxigen, nitrogen, phosphor, chlorine dan sulfur. Sedangkan yang berasal dari logam atau semi logam adalah ferum, cuprum, mercury, zinc dan arsenic.

Senin, 24 Juni 2013

Mantel Tembus Pandang ..??!!



Mungkin terbesit sejenak dipikiran kita.,apakah “Mantel Tembus Pandang” seperti di film fiksi ilmiah seperti Harry Potter itu benar-benar ada..??? Apakah hubungannya bila dikaitkan dengan ilmu pengetahuan..???
Dalam artikel ini akan dijelaskan beberapa penemuan dari para ilmuan didunia yang telah berhasil menemukan ”Mantel Tembus Pandang”. Hebatnya adalah dari beberapa ilmuan yang menemukan bahan pembuatan dan teory mereka berbeda-beda dalam menemukan mantel ini..

Ilmuan Dari Berkeley Lab Dan Universitas California (UC) Berkeley

            Tim yang dipimpin oleh Xiang Zhang, seorang kepala investigator pada Divisi Bahan Ilmu Pengetahuan di Berkeley Lab dan direktur Nano-scale Science and Engineering Center di UC Berkeley, telah menciptakan suatu “mantel karpet” dari silikon berstruktur nano yang menyembunyikan keberadaan benda –benda yang diletakkan dibawahnya dari pendeteksian optikal. Mantel ini terbuat secara eksklusif dari bahan dielectric, yang seringkali transparan pada frekwensi optikal. Karpet itu sendiri masih bisa dilihat, tonjolan dibawah objek tersebut menghilang dari pandangan. Kilauan sinar pada tonjolan tersebut menunjukkan suatu rekleksi yang identik pada sinar yang terefleksi dari permukaan yang datar, maksudnya objek itu sendiri secara esensial telah dibuat tidak terlihat pandangan.



Mereka mengkonstruksi satu bahan  diluar jaring ikan yang rumit dari lapisan bolak – balik perak dan magnesium fluorida, serta yang lain diluar kawat nano perak yang muncul didalam aluminum oksida yang berpori. Dengan metamaterial metalik tersebut, Zhang dan kelompoknya mendemonstrasikan bahwa sinar dapat membengkok terbalik, suatu properti yang sifatnya tidak dibayangkan sebelumnya.

         
Ilmuan Dari Boston University Dan Tuffts University Boston
 
            Para ilmuwan di Boston University dan Tufts University, telah menciptakan mantel tembus pandang yang bisa membuat cahaya menembus benda padat. Materi yang digunakan untuk mantel ini adalah sutra. Sutra itu adalah 'biocompatible', materi tersebut tidak menimbulkan reaksi ketika dipasang pada tubuh manusia. Meta-silk bisa digunakan di dunia kedokteran. Saat ini mantel tersebut hanya berfungsi untuk cahaya di luar spektrum yang terlihat, di bagian terahertz band, frekuensi antara radio dan cahaya infra merah, tetapi mantel itu bisa juga berfungsi di gelombang yang lebih kecil, termasuk cahaya yang terlihat. 


Fiorenzo Omenetto, salah satu peneliti dari Tuff University mengatakan, “bahwa penemuan ini adalah sudut yang tidak biasa untuk sebuah matematerial, karena kemampuan sutra untuk berinteraksi dengan tubuh manusia”.

Ilmuan Dari Duke University di Durham, North Carolina

Sebuah prototipe yang diciptakan para ilmuwan Duke University di Durham, North Carolina, telah berhasil menyembunyikan berbagai benda dari gelombang mikro. Hal ini memperlihatkan kemungkinan diperolehnya teknologi yang dapat melindungi berbagai obyek dari penglihatan manusia. Teknologi itu bekerja dengan memanfaatkan material yang membelokkan gelembang elektromagnetik, termasuk gelombang cahaya, di sekitar benda. Para ilmuwan membuat mantel itu dengan menggunakan serangkaian lingkaran tembaga konsentrik yang dicetak dengan pola-pola yang pelik yang membelokkan gelombang elektomagnetis dari frekuensi khusus yang mengenainya, tanpa banyak penyebaran dan penyerapan yang membuat pantulan dan bayangan.


Mantel itu merupakan salah satu dari struktur metamaterial yang paling terperinci yang pernah dirancang dan dihasilkan, mantel tersebut juga merupakan pendekatan paling menyeluruh terhadap ketakterlihatan yang sejauh ini pernah direalisasi, dengan potensi teoritikal untuk menyembunyikan obyek ukuran atau material apapun.


Sumber Referensi